Pages

Selasa, 11 November 2014

catatan hidup ke #3

Seindah gerhana rembulan menghias malam lalu. Teringat kala itu, ditemani barisan kejora. Itu malam terang benderang, seakan siang berlari menjenguki malam. Memang segala kerisauan yang berkicau dalam dada, kupertentangkan layaknya persidangan. Ah biarlah... mungkin diantara mereka akan ada yang memutuskan sebuah keputusan yang kuanggap layak dan pantas sebagai sebuah jawaban. Ya semoga saja. Karena kutahu untuk mengahsilkan sebuah keputusan itu tidak mudah. Harus diawali dengan pertikaian, pertikaian yang kumaksud bukanlah antarjiwa melainkan pertikaian batiniah. Dari dulu ingin rasanya aku menemukan jawaban yang tepat atas sebuah pertanyaanku. Pertanyaan yang malah membuatku susah sendiri. Bagaimana tidak, pertanyaanku ini bukanlah sembarang pertanyaan. Kukira kalian pasti akan bingung juga dalam menentukan jawabannya. Sehingga tidak kupercayai diriku sendiri dalam menentukan keputusan. “Siapa sebenarnya pencipta itu”. Konflik ini sudah kualami sejak sekian lama. Nah, hingga kini pertanyaan yang kubuat untuk diriku sendiri itu malah membuat pertanyaan diatas pertanyaan. Katanya, “ Kita pernah bertemu dengannya”, entah siapa yang pernah berkata seperti itu, tapi yang pasti kata itu yang menetap dalam ingatan. Sebuah janji terikrar antara kita dengan sang pencipta. Tapi entahlah, janji itu tidak kupermasalahkan. Tapi yang menjadi permasalahan adalah bagaimana cara bertemu dengannya? Banyak hal yang membuat diriku penasaran akan hal kehidupan, kenapa ada harus ada dosa jika pahala yang dikehendaki. Mengapa harus ada kejahatan yang selalu tampak menapaki kebaikan. Banyak lagi dan terlalu banyak hingga sulit berkata. Bukankah pencipta itu selalu ada dan selalu memperhatikan kita. Ada kalanya sampai terlontar sebuah perkataan “ Sombong benar dirinya hanya berani melihat diriku dari kejauhan, tindakan seperti itu tidak lain adalah sebuah tindakan seorang pengecut”. Lancang sungguh aku sebagai hambanya. Tapi ya begitulah kalau orang yang memerlukan sebuah kepastian di sebuah keputusan. Selalu saja aku membuat sebuah kesimpulan sendiri tentang dirinya. Tapi kesimpulan itu tidaklah berarti. Malah membuat pertanyaan itu seolah yang bertanya kembali kepada diriku. Ibaratkan angin yang berhembus simpulan itu malah sepoi-sepoi menghilang. Segala kuasanya memang tidak ada satupun di wadah yang dia ciptakan mampu menandingi. Bentuk kekuasaan seorang pencipta ya seperti itu kiranya. Sudahlah begini-begini aku juga mahluk ciptaanya yang dititipkan melalui rahim Sang Ibu. Kalau dipkirkan memang segala hal akan terjawab jika dilihat dari bentuk ciptaanyya. Tapi aku ingin sekali pertanyaannku ini beliaulangsunglah yang menjawabnya. Sehingga tidaklah pertanyaanku itu akan kembali bertanya kepada orang yang membuat pertanyaan itu. Perihal puas atau tidaknya akulah yang memutuskan.

Kamis, 23 Oktober 2014

catatan hidupku 1

seketika pikiran ini terhenti pada suatu titik tumpu. entah apa itu, yang pasti hal itu yang membuat hidup ini berarti. putaran waktu akan terus berlanjut dan kadang kita terlena oleh lingkaran kesibukan masing-masing, sehingga terjadi perbedaan yang mendasar antara setiap orang, perbedaan itu tiada lain adalah keseriusan dalam menghadapi masalah. memang sepertinya kita dalam mengahadapi hidup ini seakan santai, namun percayalah hidup ini sangat rumit, banyak hal yang mesti kita hadapi, tidak hanya masalah individu kita sendiri melainkan permasalahan yang terjadi masyarakat. seperti layaknya kehidupan mahluk lainnya di muka bumi ini, manusia juga tidak terlepas dari namanya tanggung jawab dan pertanggungjawaban itu pula. kadang kala diri merasa jenuh dan yang terparahnya takut untuk menhadapi yang namanya kehidupan. segala bentuk resiko dan bahaya bahkan mengahantui pikiran. tapi inilah takdir kita, setiap yang diciptakan pasti memiliki tujuan yang sama, dan disamping tujuan kita yang sama pasti akan ada terselip perbedaan. tinggal bagaimana cara kita dan ikhtiar yang kita gunakkan dalam menjalani kehidupan ini. selanjutnya, kita memerlukan orang yang mampu membimbing dan menasehati kita agar kita tidak salah dalam melangkah. inilah tantangan kita sebagai insan yang ciptakan. semua kembali padanya. tatkala tujuan dalam hati telah terpatri dalam diri, dari situlah kita memulai langkah. lakukanlah dengan sungguh-sungguh dan yang terpenting adalah kita selalu ingat dengan norma yang berlaku. sekian kalinya jadilah orang membangun orang sekeliling bukan orang yang mengahncurkan orang sekeliling.

Rabu, 22 Oktober 2014

SUBUH


kalau subuh kedengaran tabuh
semua sepi sunyi sekali
bulan seorang tertawa terang
bintang mutiara bermain cahaya
terjaga aku tersentak duduk
terdengar irama panggilan jaya
naik gembira meremang roma
terlihat panji terkibar di muka
seketika teralpa;
masuk bisik hembusan setan
meredakan darah debur gemuruh
menjatuhkan kelopak mata terbuka
terbaring badanku tiada berkuasa
tertutup mataku berat semata
terbuka layar gelanggang angan
teruli hatiku di dalam kelam
tetapi hatiku, hatiku kecil
tiada terlayang di awang dendang
menangis ia bersuara seni
ibakan panji tiada terdiri
Amir Hamzah

Sabtu, 18 Oktober 2014

Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik


Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang ditujukan untuk menyampaikan pikiran terhadap sebuah realitas, baik berupa fakta, atau konsep tertentu.
Bagaimana cara menulis artikel dengan baik? Hmm… jawabannya tergantung jenis artikelnya. Dalam tulisan ini saya akan bantu anda menjelaskan cara membuat semua jenis artikel beserta contohnya.
Daftar Isi:
  • Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
  • Artikel Deskripsi
  • Artikel Narasi
  • Artikel Eksposisi
  • Artikel Argumentasi
  • Artikel Persuasi
  • Artikel SEO (Khusus Untuk Menulis Online)
  • Dua Jenis Penulisan
Karena tulisan ini cukup panjang, anda harus sabar membacanya. Rilekskan tubuh anda. Tarik nafas dalam dalam…. keluarkan pelan-pelan… tarik nafas lagi… keluarkan lagi… Yap, mari kita baca bersama.
Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin penting berikut ini:
  1. Tentukan Tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik minat baca.
  2. Tetapkan Tujuan penulisan. Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat, melainkan tersirat.
  3. Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur tulisan (Nanti saya jelaskan dengan contoh di bawah).
  4. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel (Penjabaran lebih lanjut saya uraikan dibawah)
  5. Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah. Anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar.
Demikian langkah-langkah penulisan artikel secara umum. Sedangkan langkah-langkah rincinya harus anda sesuaikan dengan bentuk artikel yang ingin anda tulis. Sebab tiap bentuk artikel memiliki cara penulisan berbeda.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk artikel beserta contohnya.

Artikel Deskripsi
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel gambar.
Cara Penulisan Artikel Deskripsi
  1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
  2. Tentukan juga tujuan penulisan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
  5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
Contoh artikel dapat anda lihat disini. Oya, penulis artikel deskripsi pada contoh menggunakan teknik pengembangan berdasarkan urutan tempat.

Artikel Narasi
Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Saya lebih suka menamainya sebagai artikel cerita.
Dalam artikel narasi harus ada penokohannya, seperti dalam cerita pada umumnya. Sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan masalah kehidupan dan berusaha memenangkan pergulatan tersebut. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.
Cara penulisan artikel narasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita: awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks;
  5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.
Contoh artikel ini dapat dilihat disini.

Artikel Eksposisi
Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Saya lebih suka menyebutnya sebagai artikel penjabaran.
Cara Penulisan Artikel Eksposisi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh artikel ini dapat anda temukan bertebaran di internet yang berkenaan dengan: definisi, fungsi, manfaat, peran, atau artikel yang berisi panduan melakukan sesuatu alias How To. Contoh artikelnya silakan lihat disini. Jenis tulisan pada contoh ini adalah berjenis How To.

Artikel Argumentasi
Artikel ini berupa karangan adu argumen. Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat. Penulis biasanya akan memasukkan opini pribadi kedalam tulisan, tentu dengan data atau fakta yang mendukung, sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel pendapat.
Cara Penulisan Artikel Argumentasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri dan juga dapat melemahkan pendapat orang lain.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh dapat anda baca Disini: tentang kenaikan BBM.

Artikel Persuasi
Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel bujukan.
Cara Penulisan Artikel Persuasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh artikel persuasi dapat anda lihat bertebaran di blog ini. Hampir semua artikelnya bersifat bujukan alias persuasif. Silakan baca dan resapi, salah satunya ini: Kaya Dengan Menulis.

Artikel SEO
Artikel SEO adalah artikel yang ditujukan untuk mengoptimalkan pencarian kata kunci di situs search engine seperti gooogle. Ia bukanlah suatu jenis artikel tersendiri. Ia adalah artikel yang ditujukan khusus untuk menulis online yang jenisnya bisa berupa deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi atau persuasi.
Hanya saja artikel SEO memiliki teknik penulisan tertentu. Tujuannya agar tulisan kita dicintai (mudah dilacak) situs search engine. Keterangan lebih lanjut silakan baca tulisan saya yang ini: Cara Menulis Artikel SEO Friendly

Dua Jenis Penulisan Artikel
Sebenarnya, tiap jenis artikel memiliki dua jenis penulisan pula, ada yang berupa Fiksi dan juga ada yang berupa non fiksi. Untuk lebih jelasnya silakan lihat wikipedia.
Demikian Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik ini saya buat. Mudah-mudahan anda bisa mengambil manfaat darinya.

Kamis, 16 Oktober 2014

KEMATIAN RADEN SANDHI




Menurut kepercayaan orang Sambas, bahwa Raden Sandhi itu bukannya mati, mayatnya dibawa orang kebenaran, orang halus, orang Paloh. Sebelum saya ceritakan Raden Sandhi itu, lebih baik saya ceritakan tentang Paloh, yakni tentang keangkerannya. Sampai saat ini mungkin orang daerah Sambas di sini masih percaya dengan keangkerannya, soal - soal mistik begitulah kita sekarang.
Menurut kepercayaan orang daerah Sambas kalau kita akan pergi ke Paloh, pertama kita tidak boleh berteriak - teriak atau memekik di dalam hutan. Kedua bersiul juga dilarang. Ketiga berkata tidak baik, Nah begitulah cerita orang Sambas tentang daerah Paloh.
Nah, sekarang saya akan bercerita tentang kematian Raden Sandhi tadi. Raden Sandhi itu termasuk keluarga orang yang baik - baik beliau keturunan Raja - raja Sambas. Kelakuannya sangat berbeda dengan saudaranya yang lain. Salah satu kebiasaan yang paling disukai dan sering dilakukannya yaitu berburu. Kalau sudah berburu biasanya dua atau tiga hari baru pulang ke rumah. Dan hal inilah, sekali - kali orang tuanya memberi teguran.
Pada suatu ketika, Raden Sandhi dipanggil oleh orang tuanya dan berkata : ” Sandhi, kamu aku lihat lain dari pada saudara - saudaramu. Selalu saja kau pergi kehutan, atau sampai ke daerah Paloh berburu mencari burung, kijang, pelanduk. Hasilnya tidak ada juga. Jadi aku rasa lebih baik kamu tinggal di rumah saja, itu anak istrimu siapa yang akan mengurusnya. Kami memang sanggup memberinya makan, tapi kamu sebagai suaminya, kamu yang lebih banyak memberi perhatian, mendidik. Baik itu kepada anak - anakmu, istrimu, itu adalah tanggung jawabmu.
Raden Sandhi, orangnya pendiam dan tidak suka berbicara yang tidak ada gunanya, terlebih - lebih kepada orang tuanya dan bagaimanapun kemarahan orang tuanya tadi, ia diam saja, namun di dalam hatinya karena itu telah menjadi kebiasaannya yang suka berburu. Pada suatu hari Raden Sandhi seperti biasa, akan pergi berburu senjatanya yang akan dipergunakan untuk pergi berburu. Lalu ia pergi menemui istrinya, ” Oi, hari ini, aku akan pergi berburu lagi.
Entah satu hari, dua hari aku tidak tahu. Cuma aku minta, supaya kepergianku itu, jangan kau ceritakan dengan ayah, dengan ibu,” mengapa pula, kata istrinya, saya baru saja dimarahi oleh ibu, supaya jangan pergi berburu, padahal hatiku selalu saja ingin pergi berburu. Jadi seorang istri haruslah patuh terhadap suami,”. Mengerti, jawab sang istri. Hanya jangan lama - lama. Maklumlah di dalam hutan, mesti ada sesuatu yang dikhawatirkan,”. Tidak, aku pergi tidak terlalu lama, mungkin hanya dua hari saja.
Baiklah, kata istrinya.” Nanti kalau ayah bertanya’, katakan aku tidak pergi kemana - mana. Hanya pergi dekat saja. Hanya nanti kalau kamu akan pergi bawalah teman. Jangan pergi sendiri, maklumlah di dalam hutan. Binatang banyak, seperti ular, beruang, dan binatang lainnya yang dapat menyusahkan kita, kata istrinya. ”Ialah aku membawa kawan, tapi siapakah kawanku, kata Raden Sandhi. Maka berangkatlah Raden Sandhi tadi. Dengan kedua orang temannya pergilah mereka bertiga berjalan. Mereka berjalan keluar masuk hutan, keluar masuk jurang tidak juga bertemu dengan binatang yang dicari. Apalagi rusa, kijang, pelanduk, burungpun tidak dijumpai. Karena belum juga ketemu dengan binatang buruannya dan sudah menjadi sifat Raden Sandhi, kalau belum dapat belum pula ia puas. Makan pun Raden Sandhi lupa apalagi minum. Akhirnya sampailah mereka ke daerah Paloh. Sesampai di Paloh, terdengar burung, Ciit .... Ciit ....... Ciit”. Kawan Raden Sandhipun berkata, ” Den itu ada bunyi burung.
”Mana ? ”itu, di batang kayu.” Raden Sandhipun melihat ke atas. Dilihatnya benar, ada seekor burung, namun burung itu sangat aneh bentuknya. Sangat berbeda dengan burung - burung yang lain. Tidak juga besar, tidak juga kecil. Burungnya bagus, cantik benar burung itu. Warnanya bermacam - macam, ada hijau, ada merah, kakinya kekuning - kuningan. Pendek kata menarik, sangat menarik hati.
”Ku sumpit saja burung itu. Kalau ku sumpit, mudah - mudahan burung itu tidak mati dan aku dapat memeliharanya,” kata Raden Sandhi. Kemudian di sumpitnya lah burung itu dan kena, tepat di kepalanya dan matilah burung tersebut. Sedihlah hati Raden Sandhi karena burung tersebut mati. ” Sayang, burung itu, kalau tidak mati akan kupelihara”. Apa boleh buat, walaupun mati akan kubawa pulang. Kata Raden Sandhi pada temannya.
”Wah, wah, kita pulang saja, sudah hampir dua hari kita berburu tidak juga mendapat hasil buruan hanya dapat burung satu ekor saja. Akan kusalai, agar bulunya tidak rusak sewaktu dibungkus dan akan kusimpan saja. ” Iyalah, ” jawab teman – temannya. Pulanglah Raden Sandhi, sampai di rumahnya Raden Sandhi bercerita, badannya kurang sehat, mengapa ya badanku kurang sehat, bulu kuduk terasa berdiri. Mungkin aku sakit. Pada mulanya tidak merasakan apa - apa sampai beberapa hari kemudian, badan Raden Sandhi masih juga belum sehat. Raden Sandhi merasakan demam setelah pergi ke Paloh !. Lalu dia pergi menghampiri istrinya, ada apa dengan badanku, kata Raden Sandhi kepada istrinya. Sakit barangkali aku ini.” Sudah tiga hari badanku ini panas dingin, bulu kuduk aku terasa berdiri, rasanya tidak nyaman sekali, apa ya obatnya ?”. kata Raden Sandhi kepada istrinya. Tidak tahu, jawab istrinya. Cari dukun saja yang dekat - dekat sini. Maka sang istri mencari dukun untuk mengobati suaminya tadi. Tidak lama kemudian datanglah sang dukun dan bertanya kepada Raden Sandhi, ” Sakit apa den ?”.
”Entahlah, badan aku ini rasanya kian hari kian melemah saja, bulu kuduk terasa berdiri. Demam ada juga tapi badan rasanya sakit semua. Raden dari mana, sampai sakit begini ? tanya sang dukun kepada Raden Sandhi. Saya pergi berburu ke Paloh, pulang dari berburu, badan saya terasa panas dingin, rasanya bulu merinding. Oh kalau begitu Raden terkena orang halus barangkali, kata sang dukun pula.
Lalu diobatinya Raden Sandhi, sesudah diobati dengan obat orang kampung tadi, dengan berjenis - jenis ramuan yang terbuat dari kayu - kayu, lalu dibacakannyalah mantra. Setelah dukun tadi pulang, sakit Raden Sandhi bukannya sembuh, tapi penyakitnya bertambah parah, akhirnya Raden Sandhi tidak mau makan.
Setelah beberapa lamanya Raden Sandhi sakit dan sakitnya tidak juga sembuh, akhirnya Raden Sandhi meninggal dunia. Layaknya orang meninggal tentulah dimandikan, dikapankan lalu dikuburkan seperti layaknya upacara penguburan. Setelah upacara penguburan selesai dilaksanakan, pada malam harinya istri Raden Sandhi mendapat mempi, dalam mimpi itu, mengatakan bahwa sebenarnya Raden Sandhi tidaklah mati, Raden Sandhi dibawa oleh orang halus pergi ke Paloh, untuk dijadikan raja oleh orang halus di sana karena raja mereka sudah tua, Raden Sandhi akan dijadikan menantu dan raja orang halus di tempat tersebut.

          Yang dimakamkan itu bukannya Raden Sandhi, melainkan hanya sebatang kedebok pisang saja dan itulah yang ditanam, kata orang halus di dalam mimpi sang istri. Orang halus tadi juga berpesan untuk memberitahukan mimpinya kepada orang tua Raden Sandhi.
          Lalu tersadarlah sang istri dari mimpinya, dan kemudian bercerita kepada kedua orang tua Raden Sandhi beserta keluarganya. Bahwa yang dikuburkan itu bukanlah jasad tubuh Raden Sandhi melainkan hanya sebatang gedebok pisang dan suaminya dibawa pergi ke paloh oleh orang halus untuk dinikahkan dengan anak Raja Paloh. Begitulah cerita istri Raden Sandhi, maka gemparlah mereka mendengar cerita sang istri tadi. Sang ayah menyesali kelakuan Raden Sandhi yang sudah sering diingatkan untuk tidak pergi berburu, apalagi pergi berburu sampai ke Paloh.              
          Sudah kita tahu bersama, bahwa Paloh itu tempat orang - orang kebenaran, apalagi kedatangannya ke Paloh hanya untuk pergi berburu, membunuh binatang lagi. Namun apa daya semuanya telah terjadi. Mungkin itu sudah suratan takdir Raden Sandhi,” kata ayahnya.
Kita teruskan cerita kita dahulu, setelah Raden Sandhi dibawa ke Paloh, Raden Sandhi dinikahkan dengan anak Raja Paloh. Pada masa itulah Raden Sandhi menjadi Raja Paloh dan berkuasa di daerah Paloh. Pada saat sekarang ini juga masih banyak masyarakat yang mempercayainya dan menurut cerita apabila akan pergi ke Paloh, jangan lupa menyebut nama Raden Sandhi, sambil berkata, ” Den, Raden, kami datang ke Paloh daerah kekuasaan dato’ ( panggilan untuk Raden Sandhi ) kami juga masih keluarga dari Sambas, janganlah kami diganggu”, begitlah bunyi ucapannya. Selain itu ada juga syarat yang harus dilakukan bagi yang akan ke Paloh yaitu
1.      Jangan sekali - sekali berani berteriak – teriak
2.      Jangan sekali - kali bersiul - siul itu tabu sekali dilakukan
3.      Jangan sekali - kali membunuh binatang yang berguna seperti burung ( jenis apa saja ) dan yang lainnya
Selain itu juga tidak boleh berbicara kotor dan bersiul - siul. Apabila hal - hal semacam ini dilanggar maka akan ada akibatnya. Begitulah, ceritanya. Jadi kepercayaan itu masih tetap dipegang hingga saat ini. Orang yang masuk ke daerah Paloh tidak berani sembarangan. Daerah itu ( Paloh ) dijaga oleh Raden Sandhi. Benar atau tidaknya cerita ini’, Wallahualam.

Senin, 13 Oktober 2014

sastra daerah batak



Deskripsi Tentang Sastra Daerah Batak
Batak adalah salah satu  suku etnis bangsa yang terdapat di daerah Sumatera Utara. Suku ini sangat kaya akan tradisi dan adat istiadatnya.  Secara garis besar suku ini mendiami wilayah kabupaten bagaian dari wilayah Sumatra Utara. Daerah asal kediaman orang batak dikenal dengan Dataran Tinggi Karo, Langkat Hulu, Simalungun, Toba, Mandailing dan Tapanuli Tengah. Daerah ini dilalui oleh rangkaian Bukit Barisan dan terdapat danau besar yang disebut danau Toba. Danau ini merupakan kebanggaan masyarakat batak, karena danau tersebut merupakan sumber penghasilan mereka.
Suku batak terdapat enam jenis, yaitu Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak  Mandailing, Batak Pakpak, dan Batak Angkola. Masing-masing dari jenis suku batak  tersebut memiliki bahasa dan aksara sendiri.  Dalam percakapan sehari-hari,  orang batak menggunakan empat logat, yakni logat Karo yang dipakai oleh orang Karo, logat Pakpak yang dipakai oleh Pakpak, logat Simalungun yang dipakai oleh Simalungun, dan  logat Toba yang dipakai oleh orang Toba, Angkola dan Mandailing.
 Sastra yang terdapat di daerah Batak secara umumnya bersifat lisan dan jarang ditemukan sastra tulisnya. Seperti yang dituturkan oleh Lesmana (Johnson Pardosi dan Razali Kasim, 2000:2) etnis Batak Toba mengenal sastra lisan dalam bentuk prosa maupun puisi. Namun, masyarakat hanya mengenal satu bentuk genre prosa, yaitu turi-turian. Turi-turian mencakup legenda, saga, dan mite . sedangkan dalam sastra lisan Batak Simalungun mengenal  prosa yaitu, mite, lagenda, kisah binatang (fabel), dan cerita pendek lucu. Sedangkan untuk sastra jenis puisi terdapat umpasa, hutinta, salik, dan umpama.





1.      Prosa
a.       Mite
Mite ini berkaitan dengan keajaiban dan erat hubungannya dengan keperyaan terhadap daewa-dewa dalam masyarakat. Di dalam sastra lisan batak Simalungun terdapat beberapa contoh mite seperti: Tuan Sormaliat, Tuan Rahat di Panei, Putri Ranting Bunga, Begu Ganjang ‘Hantu’, Putri Dayang Bandir, Batu Keramat Marga Sinaga, dan Gana-gana Na manjadi Anakboru.  
b.      Lagenda
Berhubungan dengan asal-usul kejadian suatu tempat yang kebenarannya diraguka, tetapi tidak dilakukan dan hilangkan. Dalam  sastra lisan  batak Simalungun terdapat contoh lagenda seperti: Turi-turian ni Dolok raja, Terjadinya Tambak Situri-turi, Bah Sinuan, dan Terjadinya Kapung Tondang.
c.       Fabel
       Berkisah tentang binatang. Dalam sastra lisan daerah Batak Simalungun terdapat beberapa fabel seperti Buaya dengan Beruk, Kancil dengan Siput, Dua Orang Bersaudara dengan Monyet tunggal, dan Kancil dengan Rusa.
d.      Cerita pendek lucu
        Dalam sastra lisan  daerah Batak Simalungun terdapat cerita pendek lucu yang diantaranya adalah cerita tentang Si Marsingkam, cerita Seorang penyadap Enau, cerita Si Galetang yang Tolol, dan cerita Si Lagamangan.

2.      Puisi

          Sastra lisan daerah Batak mengenal adanya umpasa, hutinta, salik, anian, dan udoan. semua itu termasuk  dalam jenis pantun. Umpasa ini mencakup pantun, syair, dan bidal.  Menurut isi dan pemakaiannya terbagi atas Umpasa ni dakdanak (pantun anak-anak), umpasa ni na maposo (pantun orang muda),  dan umpasa ni na matua ( pantun orang tua).  Sedangkan untuk hutinta dibagi atas hutinta biasa, hutinta umpasa, dan umpasa turi-turian. Salik adalah pantun untuk mengutuk seseorang atau sumpah serapah. Anian adalah sejenis  pantun yang mempunyai ekor. Sedangkan untuk udoan adalah pantun yang bisa dikatakan untuk mengungkapkan suatu penderitaan. Selain dari keliama jenis pantun itu  tadi, di dalam sastra lisan Batak Toba juga mengenal adanya umpama. Umpama ini  dikenal juga kita artikan dengan pepatah. Penyebaran sastra Batak dilakukan melalui lisan, yaitu dari mulut ke mulut.
          Untuk sastra tulis Batak untuk saat ini yang  saya ketahui adalah tentang  naskah pustaha. Naskah ini berisi tentang ilmu kedukunan. Tapi sayang, mulai pada tahun 1852 naskah Pustaha ini telah  dimusnahkan. Selain itu lebih 90% (sekitar 1000-2000) naskah karya sastra asli Batak tersimpan di museum-museum mancanegara ( Simatupang, 2006; Kozok, 2009; kertasari dkk, 2009).  Selain naskah pustaha sastra tulis batak yang lainnya adalah sebuah novel yang berjudul Sitti Djaoerah: Padan Djanji Na Togoe (1927) karya Soetan Hasoendoetan Siregar. Novel ini pertama kali dipublikasikan di surat kabar poestaha. Surat kabar poestaha adalah surat kabar yang  berbahasa Batak yang didirikan tahun 1914 di Padang Sidempuan oleh Sutan Casayangan Soripada Harahap. Bahasa yang paling menonjol dalam karya sastra berbentuk novel tersebut adalah Batak Angkola,tetapi ada juga bahasa Batak Toba.

          Sastra daerah Batak mempunyai ciri khas tersendiri dibanding dengan sastra dari daerah lain. Tentu saja hal yang paling menonjol adalah dari segi bahasa. Secara garis besar penyampaian sastra di daerah Batak ini disampaikan melalui lisan. Perkembangan sastra lisan Batak sekarang ini hanya diketahui oleh orang tua, jarang dikenal oleh kalangan anak muda khususnya remaja. Mereka kurang memperdulikan tentang sastra daerahnya. Hal itu disebabkan oleh masuknya pengaruh budaya luar yang menggeser kebudayaan lokal. Hal ini jugalah yang terjadi di daerah lain, para generasi muda lebih cenderung mengikuti perkembangan budaya luar daripada kebudayaan mereka sendiri.


DAFTAR PUSTAKA
Damanik, Urich H. dkk. 1986. Sastra Lisan Simalungun. Jakarta timur: Pusat Pembinaan dan  Pengembangan bahasa.
http://budiphatees.blogspot.com/2011/06/sastra-berbahasa-batak-dari-kampung.html
http://e-journal.uajy.ac.id/389/2/1MTI01461.pdf
http://jendelasastra. Com/wawasan/artikel/seni-sastra-karo.
http://lesmanaanakfkip.blogspot.com/2013/11/struktur-sastra-lisan-batak-toba.html


















Minggu, 12 Oktober 2014

siapa aku

kesekian kali aku bertanya
tapi entah kepada siapa
penting atau tidaknya akulah yang tahu
laksana kunang di malam hari
kenapa pertanyaanku hingga kini tiada seru
mungkin daku salah bersua
lalu dan sampai waktu tak kunjung jua
entah mengapa, apa karena aku hanya hamba sahaya
tapi mereka juga sama
mengapa mereka riang gembira
mereka sama sepertiku
aku heran pertanyaan mereka terjawab
sekali lagi aku bertanya
lantas kali ini ku hanya berani dalam hati
mungkin dengan begini semua terjawab
pertanyaan ku sederhana "siapa aku sebenarnya"